Tia-Dhea-Ray

Tia-Dhea-Ray

Sabtu, 16 Mei 2009

KUMPULKAN HARTAMU DI SORGA


LUKAS 12 :22-34

Injil Lukas adalah salah satu Kitab Injil yang dikelompokkan dalam apa yang disebut Injil Sinoptik (Matius,Markus,Lukas) sebut sinoptik karena bila kita membaca ketiga kitab ini, kita akan menemukan persamaan yang besar dan penceritaan tentang pelayanan Yesus sekalipun ada perbedaan-perbedaannya.
Penulis Injil ini bernama Lukas,seorang tabib (dokter) yang menjadi teman sekerja rasul Paulus dalam perjalanan pekabaran Injil (kolose 4:14; filemon ayat 24). Dalam Lukas 1:1 Injil Lukas ditujukan kepada Teofilus yang mulia, ini menunjuk pada seorang pembesar atau pejabat yang mengasihi Tuhan Allah. Nama ini juga dihubung-hubungkan dengan suatu wilayah di Anthiokia, yang penduduknya berkelimpahan secara materi.
Keseluruhan cerita dalam Injil Lukas ini,tema yang sering dijumpai adalah kasih Yesus yang
Menyelamatkan orang-orang berdosa,miskin dan tersisihkan.
Keprihatinan Lukas terhadap masalah kesenjangan social yang cukup mencolok pada zamannya telah mendorong ia untuk mengumpulkan banyak cerita,terutama tentang pelayanan Yesus kepada orang-orang yang lemah dan lapisan bawah yang tidak berdaya.

Sebagian besar perkataan-perkataan Yesus ini terdapat dalam Injil Matius (khotbah di Bukit). Sesudah Yesus berbicara kepada orang banyak itu dengan memakai perumpamaan ayat 16-21 (orang kaya yang bodoh), maka seakan-akan nasehat perumpamaan itu diterangkan lebih lanjut kepada para murid. Kata karena itu……artinya ternyata betapa bodohnya untuk membuat kekayaan duniawi menjadi dasar dan pusat hidup. Sebab itu jangan kuatir tentang makanan dan pakaian—itu tidak berarti malas, tidak mau berusaha. Kata kuatir berarti bahwa orang mengarahkan segala perhatian dan kegiatannya pada hal-hal duniawi,sehingga itu menguasai hidupnya seluruhnya kenapa karena kita tidak hidup hanya untuk makan; dan kita tidak hanya punya tubuh untuk menghiasinya dengan pakaian. Lebih dari pada itu artinya hidup.seluruh hidup manusia diciptakan Allah,jika demikian Allah pati mengigat kepada apa yang diciptakan dan memeliharanya juga.
Ayat 24dan 27 dikemukakan Dua contoh Burung gagak ----burung yang diangap najis/haram oleh orang-orang Yahudi (Imamat 11:13-15) tapi burung-burung itu tidak dilupakan Allah. (burung gagak kadang merasa benci terhadap anaknya, ia meninggalkannya yaitu pada waktu anak2 burung tersebut mendapat bulu yang mula-mula keputih-putihan baru sesudah bulu menjadi hitam ia kembali dan induknya mempedulikan). Dan bunga bakung—sesudah beberapa hari hujan, diIsrael diantara rumput-rumputan tubuh bunga bakung (bunga anemon liar) dalam jumlah yang banyak,hingga sebidang tanah akan berwarna seperti kain ungu.
Ayat 29-31---menjelaskan janganlah hidupmu dikuasai hanya untuk mencari makanan dan minuman, itu cara hidup orang kafir(yang tidak mengenal Allah) tetapi kita harus menjadi warga kerajaan Allah,bila Kerajaan itu menjadi dasar dan pusat hidupmu,maka kamu telah menemukan dan memperoleh hidup yang sebenarnya dan sejati. Tetapi kita bukan akan mendapatkan semua yang kita inginkan melainkan apa yang terbaik yang Allah tau kita memerlukannya, kita mendapat kekuatan dari Allah, sehingga kita tidak dikuasai dan dikalahkan oleh kesusahan kehidupan sehari-hari (bandingkan pengalaman Paulus Filipi 4:12-13)
Ayat 34---jangan takut….pengikut Kristus dikuatkan hatinya untuk tidak takut,sekalipun merupakan golongan kecil ditengah banyak musuh.sebab kerajaan Allah tidak akan kalah.
Ayat 33-34 pengikut Kristus diajak untuk tidak mengumpulkan harta di dunia ini tetapi di sorga, karena bukan harta benda duniawi yang menjadi dasar dan pusat hidupnya tetapi Kerajaan Allah.artinya hidup sebagai warga kerajaan Allah merupakan hidup sejati dan tidak akan binasa. Itulah harta yang kepadanya menujukkan hatinya (hati=pusat segala keaktifan rohani),harta itulah yang kiranya memenuhi dan mencirikan hidup manusia yang percaya padaNya (band Kolose 3:1-4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar